"Cai Mah Da Tiis"
Teringat kembali, ketika aku sedang mengobati, kepada dirimu. Ruangan kamar kecil, yang selama tiga hari, aku menginap disana, dan aku pun terus memanjatkan doa. Lekas sembuh kembali kepada dirimu itu. Engkau begitu berharga, karena engkau telah mengusahakan, kepada si kecil, yang dulu-dulu, engkau selalu memberikan rasa dari kesenangan. Engkau berteriak dengan sekencang mungkin. Engkau telah begitu kuatnya, kejatuhan yang begitu telah tergoyahkan. Namun, engkau perlahan-lahan mampu untuk bangkit kembali. Vandalis, selalu merasa apa itu terkikis. Tapi, engkau selalu mampu untuk kembali bangkit, karena engkau telah menggenggam, kepada apa ingatan, yang akan mengembalikan, kepada apa itu kenangan. Berkata kotor, selalu mudah untuk terangsang, ketimbang dirinya untuk berfikir positif. Namun, dibalik itu semua, harus segera untuk dikeluarkan. Agar, engkau selalu merasakan apa itu kelegaan. Dalam pengambilan nafas.
Komentar