"Kembali"
Cinta, terkadang selalu ingin untuk terus membuka. Kepada apa yang telah memberinya. Seberapa sakit dirimu, maka engkau akan kembali, untuk mencintai. Ucapan, boleh saja berkata seperti itu. Namun, hati, yang selalu tidak mudah untuk dimengerti. Itulah suatu esensi, mengenai pertukaran, yang telah terhantarkan, oleh sebuah senyuman maupun dari sebuah sapaan. Pagi, yang telah kembali, kepada apa itu berfikir lagi. Ketika cinta, selalu membawa, kepada jeda, yang tak mau kembali lagi untuk membuka. Ia, memang begitu baik. Dan ia memang begitu bajik. Kekosongan, yang telah begitu lama. Telah kembali lagi untuk mengenalinya. Jangan terlalu diteguhkan, melainkan harus segera untuk tercairkan. Kelabilan, memang begitu menghawatirkan. Apabila, cinta selalu ingin untuk terbelengu. Kepada kerangka, yang telah tertawa, oleh adanya seorang wanita.
Komentar