"Mengapa"

Memaknai dari kehidupan. Mendengar banyak dari berbagai macam dari orang lain. Cukup dengan mendengar, ketika engkau selalu ingin untuk terlihat sangar. Ada yang selalu ingin untuk terasa tegar. Ketika ia selalu saja taat dalam segi belajar. Memang tidak mudah, bagi dirinya, yang selalu saja ingin untuk menyelam. Dan selalu tidak mau untuk tenggelam. Yang di mana ia selalu yakin, dalam genggaman. Karena ia sedang berusaha untuk mempelajari, mengenai diri, yang selalu tidak mudah untuk dimengerti. Ada rasa terhadap raga. Ada jiwa terhadap ruang logika. Semua memang terlihat baik-baik saja. Bukan ingin bersembebunyi ataupun membohongi. Melainkan, ia ingin memperteguh, kepada keluh, yang akan ia suruh, dengan secara tangguh. Telah terasa apa itu pelepasan dalam segi keikhlasan. Memang ia selalu terus terihat untuk tenang. Bagaikan orang yang selalu ingin untuk disayang. Ada sentuhan-sentuhan, yang tidak bisa untuk tercerna oleh logika. Karena ia, memang ada di dalam dirinya. Ini mengenai segi personal, bukan berarti menginginkan untuk menjadi universal. Terhadap aspal, yang selalu ingin untuk berhati-hati. Ketika ia sedang melaju dengan seorang diri. Mohon ampun, bila ia telah menjadi embun. Dan terucap rasa terimakasih, mengenai dirinya. Bila ia terus membuka, kepada hati, terhadap suatu realita. Di dalam kehidupan sehari-hari. Sungguh begitu beratnya, bila ia terus untuk mempercabangkannya. Sungguh begitu ringannya, bila ia telah ingin untuk membuangnya, dengan seirinya jalan.

Komentar

Postingan Populer