"Hanya Sekedar"
Seorang anak, hanya ingin untuk didengar, lalu disemangati oleh kasih sayangmu itu sendiri. Namun, itu tidak mudah. Karena ada suatu persoalan, ketika telah ada yang mampu untuk mengingat kembali, kepada hati, yang telah lama begitu mati. Ada yang terasa tersakiti, oleh apa itu ruang dari eksistensi. Ia ingin diajari, dan ia pun selau ingin mengadu, lalu, ia pun ingin diarahkan, kepada sesuatu hal, yang menurutnya itu baik. Seorang anak hanya ingin dimengerti, bila ia selalu terus senantiasanya untuk mengampuni, kepada hati, yang selalu memintanya untuk berbunyi. Suara hening, selalu menjadi bening. Cinta, selalu mengutuhkan, kepada keseluruhan. Ada kemesraan, ketika aku sedang mendengarkan sebuah lagu, dari Om Iwan Fals Itu. Ia adalah seorang musisi, dan bagiku sendiri. Ia adalah panutanku, untuk terus menggapai kepada sebuah mimpi. Om Iwan Fals adalah satu-satunya orang, yang selalu mengajari aku, untuk terus menulis ataupun sedikit-sedikit belajar mengenai apa itu berkarya. Alloh, telah memberi suatu intuisi, kepada hambanya itu sendiri. Berpuisilah, ketika engkau sedang ingin menenangkan, kepada shalawat Nabi, yang selalu menggetarkan, kepada isi hatimu itu sendiri. Ya, Alloh, begitu nikmatnya hidupku ini. Dan begitu hidayahnya, aku ini terus untuk mengenalinya. Kepada ciptaan, yang telah teranugerahkan, oleh kekuatanmu itu tersebut.
Komentar