"Kahirupan"

Sangat begitu banyak pembelajaran-pembelajaran, mengenai apa itu kehidupan. Cinta, yang selalu ada kepada apa itu asmara. Kedua orang tua, selalu ada didalam dirinya. Alam semesta, selalu ada mengenai suatu kenikmatan dalam segi keindahan. Dan Sang Pencipta, begitu tahu, mana jalan yang terbaik, bagi dirinya, yang selalu ingin untuk terus mengenalinya. Keikhlasan, telah membuat aku belajar, bahwa hidup, memang tak selamanya untuk menghirup. Seni, selalu mengajarkan aku untuk terus mengobati, kepada apa itu olah, terhadap rasa, yang telah teranugerahi, oleh berbagai macam dari gempuran-gempuran, yang telah menerjang kepada dirinya itu sendiri. Filsafat, memang begitu mendalami, sampai-sampai ia lupa, kepada siapa dirinya itu sendiri. Dan psikologi, bagiku sendiri, adalah ilmu yang amat begitu lucu, karena ia telah membredel, kepada diri ini. Sungguh begitu luar biasanya, dari ilmu-ilmu itu. Aku selalu senantiasanya untuk terus belajar. Aku mengaggumi kepada seorang guru, entah guru yang ada dikampusku maupun yang ada dicanel youtubenya itu. Mereka adalah guruku dan aku pun sangat mengakuinya. Terimakasih, atas, ilmu-ilmu yang telah diberikan, oleh kalian itu. Aku bangga, meskipun aku hanya sekedar berkuliah dengan dua semester saja. Dan bagiku itu, sudah cukup. Untuk mempelajari, dari apa yang telah selama ini aku cari. Aku tidak pernah untuk berhenti, tapi aku hanya sedang memfokuskan diri, kepada kebutuhan, yang telah begitu menyingkirkan, kepada apa itu keutuhan, didalam segi perekonomian. Suatu saat nanti, aku akan kembali ke sebuah kampus, yang telah memberi aku kepada sebuah jurus. Karena aku ingin untuk terus bermandiri, dari segi materi ataupun ekonomi. Aku jeda terlebih dahulu, mengenai apa itu pendidikan. Karena seorang bapak, sedang merasakan kesakitan. Semoga saja, bapaku, selalu diberikan kesehatan dan segera lekas sembuh, dari penyakit yang sedang ia lawan. Ini adalah batasanku, untuk melawan kepada nafsuku. Hembuskan, dengan rasa kesamangatan, dan lepaskan dengan rasa keikhlasan. Ini adalah jalanku, dan ini memang kehidupanku. Terimakasih, kepada guru-guru besarku. Para seniman, sastrawan, musisi, filsuf, sufi, budayawan, ulama, dll. Beliau-beliau adalah, para panutanku. Beliau-beliau adalah mata pembelajaran, mengenai apa itu kehidupan. Ya, alloh, sehatkanlah, mereka. Ya, alloh, berikanlah rejeki yang begitu berlimpah, kepada mereka. Dan orang-orang yang telah membantu aku untuk selama ini, aku ucapkan rasa terimakasihku, kepada kalian. Mang Ujang, dan teman-teman, yang selalu mensuport aku. Yang selalu ada, dalam linangan air mata. Aku terharu, oleh apa yang sedang aku tulis itu. Boleh, kah, aku menangis, agar, aku pun bisa untuk menjadi seorang manusia biasa saja. Karena memang, aku ini hanya manusia biasa saja. Sekian dan terimakasih. Wasalam.


-Hormat Saya-


"Satria Purnama."

Komentar

Postingan Populer